catatan2 kecil

-nya dedi

Filem 3D Stereoscopy

June 16
oleh dedi kecil - 16 June 2010 10:25

Okeh, melanjutkan posting sebelumnya, meskipun dah agak lama sih, tapi gapapa lah. Filem 3D alias tiga dimensi? Kayaknya dah biasa deh. Tapi yg dimaksud bukan filem 3D sepert Shrek, Finding Nemo, Barbie, Ipin Upin, ato Saladin. Filem 3D yg dimaksut adalah filem 3D stereoscopy. Sebenernya konsepnya sama seperti gambar 3D stereoscopy, cuman bedanya kalo filem jelaslah kumpulan gambar yg bergerak.

Bedanya dg filem biasa apaan? Ya beda lah. Bedanya, filem 3D stereoscopy ga harus animasi 3D, tapi film orang juga bisa. Bedanya ada di 'penampakannya' yang lebih nyata daripada filem biasa :D Seolah2 seperti melihat langsung dari balik jendela. Biasanya ada bioskop 3D di tempat wisata. Nah kira2 kayak gitu.

Agar bisa menikmati filem 3D stereoscopy maka dibutuhkan kacamata khusus. Ada macem2 sih kacamatanya, ya setidaknya pake kacamata anaglyph. Dan juga membutuhkan player khusus. Untuk player bisa coba pake NVIDIA 3D Vision Video Player. Cuman kalo pake player itu, vga-nya harus nvidia, trus minimal Windows Vista ato Windows 7. Kalo ga ada, bisa pake Stereoscopic Player. Cuman, yang itu shareware, jadinya harus register dulu ato cari krek2an :D

Kalo contoh filem2nya bisa download beberapa dari websitenya nvidia, atau bisa juga dari www.3dtv.at. Ato bisa cari filem2 produksi IMAX yg 3D pake torrent :D Ada beberapa yg udah dapet, kalo mau ngopi, monggo :D

O iya, akhir2 ini banyak juga produsen barang2 teknologi mulai mengeluarkan produk yg mampu mengolah konten 3D, ada tivi dan henpon. Konten 3D bisa bermacam2, dari filem biasa sampai untuk misi penjelajahan luar angkasa. Dan jepang, katanya malah mau menggalakkan bokep 3D. Edan! >< Tentunya masih butuh kacamata agar bisa menikmati semua konten 3D.

Selamat datang di dunia 3D. Selamat mencoba :)

kategori: Teknologi

Wohooo.. Gambar 3D Stereoscopy

June 01
oleh dedi kecil - 1 June 2010 13:07

Pernah liat gambar2 dobel ato yg terlihat ga jelas spt gambar2 di bawah? Dulu pas SD, taunya gambar yg ga jelas bgt, polanya acak ga beraturan, terus jika dilihat dg cara tertentu bisa terlihat seperti ada yg muncul, bentuknya spt kaca. Kalo yg gambar seperti di bawah, jujur saja baru tahu beberapa hari kemarin. Hehehe.. Maklum ndesit (baca: wong ndeso).

Oke, mari kita liat dan bahas gambarnya satu2. Kita mulai dari gambar yg disebut dg gambar stereoscopy. Kalo dilihat biasa2 aja, terlihat ada 2 buah gambar. Contohnya di bawah ini, gambar dua mobil. Trus, isitimewanya di mana?

Begini... kalo bisa, coba atur fokus mata agar dua gambar tersebut bertemu. Caranya dg tdk fokus pada gambarnya, tapi fokusnya seperti ketika melihat jauh, atau pandangan kosong. Kalo sukses akan muncul 3 mobil, mobil di tengah terlihat sangat jelas dan terlihat nyata, timbul, dalam, 3D, alias 3 Dimensi. Ini yang dinamakan stereoscopy dg 2 gambar. Kalo susah, coba tempelin muka ke monitor, deketin bgt maksutnya :D Trus tanpa melihat gambar, jauhi gambar perlahan2, tanpa fokus ke gambarnya. Jika beruntung, maka terlihat 3 mobil :D Jika tidak, harus latihan dulu. Hihihi..

Selanjutnya adalah model gambar yg disebut anaglyph. Gambar agak terlihat jelas, tapi agak2 buram tertutupi kabur dengan warna kemerah2an dan kebiru2an. Hmm... coba lihat gambar mobil di bawah ini. Gambar mobil yg biasa2 saja dan warnanya terlihat jelek :(

Trus gimana cara melihatnya? Gambar model beginian dibutuhkan kacamata khusus, yaitu anaglyph glasses, ato disebut jg red-cyan glasses, karena emang kacamatanya yg berwarna merah dan biru. Bukan kacamata spesial sih, bisa bikin sendiri kok. Murah ga begitu ribet. Tinggal beli aja mika warna merah dan biru di fotokopian, harganya 500/lembar. Trus bikin aja frame kacamatanya dari kertas yg agak tebel. Jadi deh kacamatanya :) Di bawah ini contoh hasil yg telah terbikin, kebanyakan jepretan, ga pake lem soalnya. Keren kan? Hahahaa... :D

O iya, kalo ga punya mika merah dan biru, ambil mika bening, trus coret2 pake spidol permanen yg berwarna biru, dan satunya lg pake spidol permanen merah. Jadi deh, gampang :D Atau ada cara lain lagi bagi yg udah punya kacamata. Tinggal gunting aja mika sesuai ukuran kacamata, trus tempelin di kacamatanya. Hehehee.. kayak aku di bawah ini. Kenapa pake spt itu? Soalnya mata minus ga begitu nyaman buat liat gambar 3D tanpa kacamata minusnya, apalagi kalo minusnya beda, ga enak bgt lah.

Udah bikin? Kalo udah bikin, coba pake kacamatanya dan lihat kembali gambar mobil ga jelas di atas ya. Akan terlihat sangat jelas dan dalam. Seperti beneran :) Mantabss... Sebenernya cuman permainan mata saja. Warna kacamata biru dan merah akan memfilter warna biru dan merah yg ada di gambar, sehingga mata menerima perbedaan tersebut dan dipersepsikan ada jarak beneran/nyata, atau istilahnya 'real depth'.

Yah begitulah gambar tiga dimensi. Silahkan menikmati gambar2 lainnya di bawah ini. Apalagi yg dinosaurus, terlihat jelasss banget... Kerenn!!! :D

Untuk gambar dg resolusi lebih gede, cari2 aja di google atau google image, keyword-nya stereoscopy atau anaglyph.

Oh iya, bagaimana dg film tiga dimensi atau game tiga dimensi? Nah, postingan selanjutnya sepertinya enak kalo bahas itu. Soalnya masih nyambung, dan kacamata yg digunakan juga sama.

Kapan Kita Sukses? Mau Kunci Sukses?

May 07
oleh dedi kecil - 7 May 2010 18:22

Ada satu pertanyaan sederhana... 'Kamu ingin jadi apa nanti?', dan satu jawaban sederhana... 'Ingin jadi orang sukses.' Terus, jika ditanya kelanjutannya, 'Ingin sukses seperti apa? Di bidang apa?' Nah, pertanyaan lanjutan ini yg setiap orang bisa berbeda banget. Beberapa jawabannya bisa jadi... 'Sukses dalam berbisnis, alias jadi orang kaya, kaya duit, bkn kaya monyet'. Atau yg lain, 'Sukses jadi orang terkenal', 'Sukses jadi penulis hebat digemari banyak ibu2 pkk', atau 'Sukses dg punya perusahaan', atau 'Sukses jadi dokter', atau 'Sukses memiliki keluarga yg sakinah mawadah warahmah', atau 'Sukses memiliki istri yg good looking dan baik hati, suka menabung, taat suami, penyayang, juga perhatian sama keluarga', atau sukses2 lainnya. Ya ya ya.. banyak sekali definisi sukses menurut orang2. Subjektif sekali.

Okey, mari disatukan semuanya, dan lihat apakah kesamaan2 sukses2 di atas? Kesamaannya adl adanya suatu peningkatan, atau penambahan, atau perubahan menjadi lebih baik. Sukses jadi orang kaya berarti harta bertambah. Sukses berkeluarga berarti istri bertambah dari 0 jadi 1, dari 1 jadi.. eh ga deh, banyak yg sensitif :) Sukses dalam perusahaan berarti penambahan income atau gaji. Sukses dalam karir bisa berarti tambahnya kemampuan. Sukses menjadi mahasiswa berarti bertambahnya ilmu. Jadi, sukses selalu diiringi dengan adanya peningkatan.

Nah, peningkatan apakah itu semua? Harta, kemampuan, skill, pendapatan, ilmu, dll? Apakah itu semua sebenarnya? Satu kata, itu semua adl value atau nilai. Sukses adalah peningkatan nilai. Jadi, jika ingin sukses maka kita harus meningkatkan 'nilai' diri kita. Dari tidak bisa menjadi bisa sedikit. Dari bisa sedikit menjadi lebih bisa, dan seterusnya.

Kapankah kita sukses? Nanti? Berapa tahun lagi? Sukses haruslah dari sekarang dong! Tiap hari! Tiap hari harus ada peningkatan meskipun kecil, adanya penambahan value dalam diri kita. Misal, bisa menulis 1 huruf alfabet pada hari ini berarti sukses pertama, besok jadi 2 huruf, berarti sukses lagi, sampai 26 hari, jadinya bisa nulis A sampai Z. Tentunya kesuksesan bisa nulis A sampai Z dimulai dari kesuksesan menulis A. Ya, kesuksesan besar di masa depan diawali dg kesuksesan2 kecil yg berhubungan di masa sebelumnya. Itulah kunci sukses, menurut saya.. :)

Jadi, tunggu apa lagi? Ayo sukses tiap hari, dan songsong kesuksesan besar nanti! Salam sukses! :)

kategori: Opini

Separuh Kehidupan

May 05
oleh dedi kecil - 5 May 2010 23:08

Beberapa hari yg lalu, tepatnya 1 Mei 2010, umur sudah genap menjadi 26 tahun. Tidak terasa ternyata sudah seperempat abad lebih 1 tahun.

Teringat2 tahun lalu, pas umur 25. Umur 25 adalah umur yg cukup tua menurutku. Kenapa? Umur 20 saja, kalau dipikir2 sudah lumayan banyak. Katakanlah, jika kita ambil rata2 umur max manusia jaman sekarang, yaitu sekitar 60 thn. Jadi, umur 20 berarti sudah melewati 1/3 kehidupan. Itu jika memang umur 60. Kalau andaikan umur dapatnya 50? Berarti ketika umur 25, sudah menghabiskan 1/2 dari kehidupan. Setengah? Apa!? Setengah? Ya ya yaa...

Oke lah kita memang tidak tahu seberapa lama kita hidup. Tapi kita bisa buat permisalan. Misalkan saja umur kita max 50, karena setelah itu boleh dikatakan fisik sudah mulai melemah, dan produktivitas juga tidak sebagus umur2 sebelumnya. Fakta, kita sudah tahu jika umur manusia kebanyakan antara 50 dan 60. Apabila kita termasuk kebanyakan orang itu. Apakah tidak pernah terpikir sesuatu dg itu?

Jikalau kita nanti mendapat umur max 50, maka jika umur kita sekarang > 25, berarti sudah melewati 1/2 hidup. Pertanyaannya, apa yg akan kita lakukan separuh hidup berikutnya? Dan apakah separuh kehidupan yg lalu sudah menjadi kehidupan yg baik dan bermanfaat?

Jikalau kita nanti berumur 60, maka jika umur kita sekarang > 20, berarti sudah melewati 1/3 hidup. Apa yg akan kita lakukan sepertiga kehidupan berikutnya? Apa yang akan kita lakukan nanti pada sepertiga kehidupan terakhir? Dan apakah sepertiga kehidupan yang kemarin sudah benar2 bermanfaat tanpa sia2?

Ya... mau tidak mau, suka tidak suka, sadar tidak sadar, semua itu pasti akan kita lewati. Apakah kita akan melewati umur kebanyakan manusia, ataukah kita tidak sampai melewati umur kebanyakan manusia. Tidak ada yang tahu kecuali Dzat Pencipta Waktu.

Bolehlah membuat rencana. Anggap saja kita ditempatkan pada orang kebanyakan, umur dapat 60. Kita bisa membaginya menjadi 3 dalam 20 tahun-an. 20 tahun pertama bisa kita gunakan untuk belajar, tk sd smp sma kuliah. 20 tahun berikutnya untuk produktif dan menghasilkan, baik materi atau pun lainnya. 20 tahun terakhir bisa digunakan untuk istirahat dan berbagi ilmu kepada anak dan cucu tentang apa saja yang telah kita alami dua 20 tahun sebelumnya.

Memang, tidak harus seperti itu. Itu hanyalah sebuah rencana, atau lebih tepatnya 'fokus' pada periode tersebut. Karena belajar haruslah setiap saat sampai tua, produktif juga tidak harus pada usia 30an, dan mengajarkan apa yg telah kita pelajari juga tidak harus terikat dg waktu. Terserah pada masing2 pribadi bagaimana merencanakan hidup. Tapi intinya sama, seberapa produktif dan bermanfaatkah kita selama hidup.

*Ini hanyalah tulisan dan pendapat sederhana yg jelas mungkin ada salah.

kategori: Opini

Sudah Setaun!!!

May 02
oleh dedi kecil - 2 May 2010 11:46

Apa? Sudah Setaun? Apanya? Jangan2...

Ya, yg jelas bukanlah orang hamil, soalnya orang hamil max 9 bulan :D

Ternyata... blog ini sudah berumur setaun tepat. Dan taukah saudara jika selama setaun ini postingan cuman ada 9!! Ya, cuman sembilan biji. Jadi, rata2 postingan ada sekitar 9/12 = 0.75 posting per bulan! Wohohoho... ga sampe 1 posting sebulannya. Padahal jika dipikir2, kan tinggal nulis aja, materi juga banyak yang bisa dibahas. Mungkin, karena kesibukan aja kali, jadinya ga menyempatkan diri untuk menulis.

Untuk ke depannya, fungsi menjadi lebih umum, blog tentang apa pun selama bermanfaat, dan ga panjang2. Males baca panjang2, apalagi nulisnya. Judulnya aja juga catatan2 kecil-nya dedi :P Begitulah, semoga bisa tetep istikomah, konsisten, dan bleketekekekeek bleketeekk.. Gitu deh.

Mboh ngomong opo ae, sing penting posting :D hahahaa...

tags: ,
kategori: Info

Kembali Menulis

July 25
oleh dedi kecil - 25 July 2009 07:53

Wow... ternyata sudah sebulan lamanya ga nulis. Hmm... kayaknya emang lagi sibuk banget. Bukan kayaknya, tapi emang. Gitu aja lah. Selamat datang kembali dedi. Kembali menulis lagi. Mau nulis apa? Mbuh lah, sing penting nulis. Awalnya dulu blog ini memang dikategorikan cuman hal2 khusus aja, ga berbau teknis. Tapi kalo dipikir2, daripada bingung2, semuanya dimasukkan ke sini aja kayaknya. Jadi lebih terpusat, yang lain mungkin track-back, ato kopi paste aja. Begitu. Terima kasih. Welkombek...

tags:
kategori: Info

Cepatlah Mencatat

June 17
oleh dedi kecil - 17 June 2009 19:57

Kadang kita punya ide bagus . Namun setelah agak lamaan dikit, bahkan ga sampe sehari, ide itu entah kemana . Bisa juga ide itu tetep ada, tetapi rasanya garing, biasa saja. Meski masih terasa bagus, kadang ide itu menjadi kabur. Kita masih inget intinya apa dan tentang apa. Tetapi, ketika akan menjelaskan dan masuk ke rinciannya, sulit sekali. Sulit sekali apanya? Yaa... sulit sekali untuk menjelaskan dan menggambarkan ide itu. Akhirnya yang keluar jurus intinya dan pokoknya. Repoott...

Nah, oleh karena itu, kita perlu segera mencatat apa pun yg tiba2 muncul dari otak. Ide2 atau solusi2 atau pemikiran2 atau sudut pandang2, atau yang lain2. Wah harus bawa buku ke mana2 dong? Nggak juga, kertas selembar aja bisa kok. Atau tanpa kertas pun bisa, pake memori, mencatat di otak. Ada tekniknya tuh, kapan2 aja nulisnya.

Kalo pun dipikir2 bukan masalah ingatan kita hilang atau nggak. Catatan sebagai pointer aja. Sebagai penunjuk di mana ingatan kita, dan jarang sekali trus kita tidak inget sama sekali. Pasti bilangnya, ooo... iya...

Fungsi mencatat juga bagus. Pertama, sebagai alat pelacak apa aja yg kita pikirkan, lakukan, dan pelajari. Kedua, menunjukkan dan memperkuat apa yang telah kita pelajari dan kita ingat. Kelima, sharing. Begitulah.

tags: ,
kategori: Menulis

Haruskah Hidup Teratur

June 17
oleh dedi kecil - 17 June 2009 18:59

Apakah pernah merasa sepertinya semua jadwal berantakan? Ancur. Meskipun tidak selalu, tapi sering? Padahal kita merasa sudah berusaha semaksimal mungkin?

Hmm… masalah kayak gini biasanya disebabkan oleh waktu. Yup, waktu yg tidak bisa kompromi. Bukan waktu sih yg jadi soal, tapi kitanya yg ga bisa kompromi sama waktu. Intinya, nggak teratur! Ga ada aturan dlm memakai waktu. Akhirnya, ketika kita melakukan kegiatan2, rasanya waktu terasa ga cukup, serasa kurang gitu.

Hal kayak gini bisa terjadi karena ketidakmampuan kita mengetahui berapa lama waktu yg dibutuhkan oleh aktivitas kita. Ditambah, tidak mampu memecah kegiatan menjadi beberapa waktu.

Cara yg enak buat ngatasi kayak ginian adl dg hidup teratur. Emg sih, kalo dipikir2 hidup teratur itu kyknya ga enak. Ga dinamis, mapan bgt, ga kreatip. Hmm… masalahnya bukan di sana om. Gara2 ketidakteraturan waktu yg kita gunakan, kita bisa kesulitan dlm memperhitungkan banyak hal.

Jadi, hidup teratur itu perlu kita pake agar kita bisa berkembang, tidak lagi tersibukkan oleh waktu. Kita bisa fokus ke hal2 yg penting. Misal kerja, hobi, komunitas, riset, dll. Kata orang, awalnya memang susah. Tapi kalo sudah terbiasa, semua jadi lancar.

Sebenernya ini berdasar pengalaman pribadi. Kalo waktu ga diatur, semua bakalan ga jadi2. Sulit memperkirakan kapan kerjaan selesai. Sulit konsentrasi ke hal yg sdg dikerjakan.
So, ganti waktu, ganti kerjaan, ganti yg dipikirkan.

tags: , ,
kategori: Opini

Fesbuker yg aneh

June 12
oleh dedi kecil - 12 June 2009 21:48

Yup, ada yg aneh dg para pengguna fesbuk. Hmm.. nggak semua sih. Ini berdasarkan fakta2 yg telah terjadi, terutama di wall. Begini.. begini…

Sering kan kita komentar di postingan wall-nya punya temen? Nah, kadang anehnya itu, ketika kita kasih komentar, dan tanya lebih lanjut, misal ‘Apa itu?’ atau ‘Siapa dia?’, eh… jawabnya kurang mengenakkan badan, ‘Mo tau aja’. Iiihh… aneh buanget. Pernah juga sih digitukan. Ya tinggal balek aja, ‘Loh… ngapain juga dipasang disitu? Bikin org pengen tau aja.’ Kalo ga pengen orang laen tau ya ga usah dipasang lah. Hehehe. Sebenernya tukang posting di wall bisa saja balek ngomong, ‘Suka2 gue dong'. Dan kita pun bisa balek jawab juga, ‘Suka2 gue dong tanya'. Halah, kalo kayak gini ga bakal selese2.

Setelah dipikir2, kenapa ada orang2 ‘aneh’ kayak gitu muncul di fesbuk, bisa jadi sebenernya mereka memang ingin posting apa yg sedang mereka rasakan. Ya, inginnya agar ada orang ‘tertentu’ yg mengomentari. Eh, malah org lain yg bukan ‘tertentu’ yg malah komentar. Hahahaha… bisa dimaklumi yg kyk gitu. Intinya ingin diperhatikan, tetapi yg memperhatikan bukan orang yang diinginkan. Hehe.

kategori: Opini

Mengapa Tulisan

June 11
oleh dedi kecil - 11 June 2009 20:50

Ketika kita nemu sesuatu, apakah itu ide, benda, makanan, resep, cara, pemikiran, pengalaman, atau hal2 lain yang menarik dan bermanfaat, kemungkinan besar kita akan menyebarkannya ke orang lain. Bisa jadi karena ga tahan pengen cerita, ato pengen agar orang lain juga mendapatkan manfaat seperti yg kita dapat. Trus, gimana aja cara share-nya?

Pertama, cara oldies yaitu dengan ngomong. Cara ini sangat efektif karena bisa nyambung langsung dg sumber, dan bisa tanya jawab. Cara ini dipakai sampe sekarang di kelas2, seminar, training, dll. Cara kedua, yaitu dg tulisan. Cara ini sangat efektif ketika digunakan untuk menyebarkan pengetahuan secara masal, terhalang oleh waktu dan jarak. Meskipun gitu, ada kelemahannya, yaitu ga bertemu langsung dg sumber.

Tanpa adanya tulisan, sulit bagi antar generasi untuk bagi2 ilmu pengetahuan. Dan sulit pula bagi orang yg jauh dari sumber untuk mendapatkannya. Inilah yang menyebabkan mengapa tulisan begitu penting.

Waktu dan jarak bukanlah halangan untuk menyampaikan pengetahuan/ide. Coba kalo kita pikir, gimana cara syaikh2 dan ilmuwan2 dulu agar ilmunya bisa nyampe ke generasi sekarang? Ya dg tulisan lah. Let’s write!

tags: ,
kategori: Menulis

Komentar Terakhir

Comment RSS