Ada orang bilang kerja cerdas lebih baik dari sekedar kerja keras. Ada juga bilang kerja ikhlas lebih baik dari kerja cerdas. Alasannya beginding...
Banyak orang yg kerja bertaun2 memeras keringat tapi teteeeep saja, ga kaya2, penghasilan tetep pas2an. Padahal kerjanya full dari pagi sampe sore, dan full semangat tiap hari. Kok bisa? Ada yg menjawab, karena kerja seperti itu hanya kerja keras, seperti mesin atau robot. Tiap hari melakukan rutinitas yg monoton. Yg diperlukan bukan sekedar kerja keras tapi harus kerja cerdas juga, bisa berfikir dan berkembang.
Tidak sedikit juga orang yg mengaku sudah bekerja cerdas tapi tetep saja tidak berhasil2. Ada yg bilang, itu karena ga ikhlas. Harus kerja ikhlas juga. Loh? kalo kerja ikhlas ga dapet duit? Ga gitu dong.
Seolah2 antara kerja keras dan kerja cerdas itu bertentangan. Dan seolah2 kerja ikhlas itu tidak diperlukan karena bisa jadi ga ada hasil materinya. Apakah benar begitu?
Menurutku sih, ketiga macem kerja tadi tidak boleh dibenturkan. Kerja keras itu bersifat fisik, semua orang pasti memerlukan fisik untuk bekerja. Bukan hanya kuli yg bekerja fisik, tapi pimpinan perusahaan pun juga tetep butuh kekuatan fisik, misalnya lari kesana kemari meeting, lembur, dll. Itu namanya kerja keras.
Nah, kalo kerja cerdas diperlukan agar kerja keras tidak monoton, lebih efektif, lebih efisien, kerjaan cepet selese. Jadi, dg kerja cerdas, produktivitas bisa ditingkatkan. Tapi jgn sampe kerja cerdas saja ato istilahnya mikir aja. Secerdas apa pun orang tidak akan jadi apa2 tanpa kerja keras. Sebagus apa pun ide hanya akan menjadi ide jika tidak dijalankan.
Trus kalo kerja ikhlas? Kerja ikhlas di sini bukan seperti ikhlas tanpa mengharapkan imbalan materi seperti misal sodaqoh. Kalo yg seperti itu emang harus ikhlas lillahi ta'ala. Maksudnya ikhlas di sini adalah tulus menjalankan pekerjaan karena Allah. Jadi, apa pun yg dilakukan ketika bekerja harus sesuai dg apa yg dikehendaki Allah. Misal, kerja ga boleh bohong ato curang. Itu namanya kerja Ikhlas.
Kerja keras saja tanpa kerja cerdas jadinya pincang. Begitu juga sebaliknya. Ditambah lagi kerja keras dan cerdas tapi ga ikhlas ato ga bener, jadinya rusak. Jadi, ga ada lagi pemisahan antara kerja keras ato kerja cerdas ato kerja ikhlas. Selamat bekerja :)