catatan2 kecil

-nya dedi

Produktivitas Berlebihan

July 10
oleh dedi kecil - 10 July 2010 07:54

Loh, emang apa ada produktivitas berlebihan? Ada lah, tergantung definisinya sih. Berikut ini lebih jelasnya. Baca terus maaang...

Aku termasuk orang yg tidak suka ngelamun ga jelas, berdiam diri tanpa aktivitas, bengong menunggu, dan hal2 lain yg terasa ga produktif. Berangkat dari situ, setiap kali ada kesempatan yg terlihat ga produktif, maka aku segera mencari aktivitas apa pun agar tetep produktif.

Misalkan, pas lagi nunggu orang atau nunggu kuliah, selalu berusaha menyibukkan diri dg hal2 yg bermanfaat, misal baca buku, ndesain project2 yg sedang berjalan. Bahkan misalnya pas jalan2 atau di warung nunggu antrian dan ga bawa apa2, hanya baju, celana dan duit buat bayar, hal yg biasa aku lakukan adalah berfikir. Entah rencana ke depan, ato kerjaan, ato apa lah yg lain.

Ada kalanya hal seperti itu bagus, tapi ada kalanya juga berakibat sangat fatal. Kenapa? Karena terkadang kita tidak tahu kapan otak kita jenuh, tapi kita berusaha terus memperkerjakannya. Misal, di mana pun dan kapan pun ada waktu senggang, kita mikirin kerjaan. Terus seperti itu. Betul sih, project bisa jadi lebih yahut. Tapi, bisa2 efek akhirnya, otak menjadi stressss... obatnya iman dan taqwa. Kata bang haji gitu :D

Itulah produktifitas berlebihan menurutku. Meskipun kerja cuman 8 jam per hari, tapi pas tidak bekerja tetap mikirkan kerja, jadinya kerja pun bisa dikatakan 24 jam per hari dikurangi tidur. Mantaabbb.. :D Efek yg lain adalah ga bisa tambah2 berat badannya >< Hadeeehh...

Ketidakmampuan mengenali kondisi otak bisa menyebabkan stress berkepanjangan. Jadi, solusinya adalah mengetahui kapan kita harus bisa memanfaatkan otak semaksimal mungkin, dan kapan harus mengistirahatkan otak. Otak pun perlu istirahat layaknya fisik yg lain. Dan kita tahu kalo 'aha moment' ato momen keluarnya ide2 cerdas itu pas otak lagi rileks, santai, dan lagi istirahat, tidak bekerja keras.

kategori: Kerja

Stress Bisa Juga Menyerang Workaholic

July 01
oleh dedi kecil - 1 July 2010 22:11

Beberapa hari yang lalu, aku menemukan beberapa hal yg menyebabkan stress. Yaa.. aku akui, pada dasarnya aku termasuk workaholic, alias orang yang suka bekerja. Sebenernya yang terasa sih bukan bekerja, tapi seperti bermain, kayak anak2 gitu.

Tidak selalu orang yang workaholic terjauh dari stress. Stress itu bukan pusing, bukan pula pegal2. Stress adalah adanya perasaan tertekan atau under pressure. Tekanan bisa datang dari mana pun, dari atasan, klien, keluarga, bahkan diri sendiri. Jadi lebih cenderung ke arah psikis atau kejiwaan. Dan hasilnya adalah kerjaan ga lancar, malas kerja, bosan, jenuh, tidak bergairah bekerja.

Ada beberapa hal yang menyebabkan stress bisa datang dari diri sendiri. Antara lain:

1. Tidak bisa membagi pikiran. Di mana pun dan kapan pun, meski pun tidak sedang bekerja, otak tetep mikirkan kerjaan. Boleh lah fisik sedang santai nonton tivi atau tidur2an, tapi kepala tetep di kerjaan. Ini berbahaya banget. Solusinya... relax dan STOP ketika ada pikiran tentang kerjaan tiba2 berseliweran di kepala. Atau lakukan aktivitas yang melelahkan fisik tapi menyenangkan misal sepak bola, badminton, ato basket.

2. Merasa dikejar2 waktu. Merasa punya waktu cuman sedikit. Akhirnya setiap kerjaan dilakukan dg sprint. Dan hasilnya... energi habis, dan tepar. Selalu tertekan oleh perasaan kekurangan waktu, meskipun waktu masih panjang. Solusinya... jangan pikirkan waktu, biarlah waktu berjalan. Kalo perlu, jangan lihat jam, matikan jam di komputer, atau hape sekalian. Hohohoo.. ekstreem. Tapi lumayan berhasil. Dan akhirnya, fokuslah pada kerjaan, bukan waktu.

3. Lain2, bisa ditemukan sendiri nanti :D

Dan terakhir, berdoa. Karena banyak hal di luar yang bisa mempengaruhi produktivitas kerja seseorang. Semoga bermanfaat :)

 

Komentar Terakhir

Comment RSS