
Beberapa hari yg lalu, tepatnya 1 Mei 2010, umur sudah genap menjadi 26 tahun. Tidak terasa ternyata sudah seperempat abad lebih 1 tahun.
Teringat2 tahun lalu, pas umur 25. Umur 25 adalah umur yg cukup tua menurutku. Kenapa? Umur 20 saja, kalau dipikir2 sudah lumayan banyak. Katakanlah, jika kita ambil rata2 umur max manusia jaman sekarang, yaitu sekitar 60 thn. Jadi, umur 20 berarti sudah melewati 1/3 kehidupan. Itu jika memang umur 60. Kalau andaikan umur dapatnya 50? Berarti ketika umur 25, sudah menghabiskan 1/2 dari kehidupan. Setengah? Apa!? Setengah? Ya ya yaa...
Oke lah kita memang tidak tahu seberapa lama kita hidup. Tapi kita bisa buat permisalan. Misalkan saja umur kita max 50, karena setelah itu boleh dikatakan fisik sudah mulai melemah, dan produktivitas juga tidak sebagus umur2 sebelumnya. Fakta, kita sudah tahu jika umur manusia kebanyakan antara 50 dan 60. Apabila kita termasuk kebanyakan orang itu. Apakah tidak pernah terpikir sesuatu dg itu?
Jikalau kita nanti mendapat umur max 50, maka jika umur kita sekarang > 25, berarti sudah melewati 1/2 hidup. Pertanyaannya, apa yg akan kita lakukan separuh hidup berikutnya? Dan apakah separuh kehidupan yg lalu sudah menjadi kehidupan yg baik dan bermanfaat?
Jikalau kita nanti berumur 60, maka jika umur kita sekarang > 20, berarti sudah melewati 1/3 hidup. Apa yg akan kita lakukan sepertiga kehidupan berikutnya? Apa yang akan kita lakukan nanti pada sepertiga kehidupan terakhir? Dan apakah sepertiga kehidupan yang kemarin sudah benar2 bermanfaat tanpa sia2?
Ya... mau tidak mau, suka tidak suka, sadar tidak sadar, semua itu pasti akan kita lewati. Apakah kita akan melewati umur kebanyakan manusia, ataukah kita tidak sampai melewati umur kebanyakan manusia. Tidak ada yang tahu kecuali Dzat Pencipta Waktu.
Bolehlah membuat rencana. Anggap saja kita ditempatkan pada orang kebanyakan, umur dapat 60. Kita bisa membaginya menjadi 3 dalam 20 tahun-an. 20 tahun pertama bisa kita gunakan untuk belajar, tk sd smp sma kuliah. 20 tahun berikutnya untuk produktif dan menghasilkan, baik materi atau pun lainnya. 20 tahun terakhir bisa digunakan untuk istirahat dan berbagi ilmu kepada anak dan cucu tentang apa saja yang telah kita alami dua 20 tahun sebelumnya.
Memang, tidak harus seperti itu. Itu hanyalah sebuah rencana, atau lebih tepatnya 'fokus' pada periode tersebut. Karena belajar haruslah setiap saat sampai tua, produktif juga tidak harus pada usia 30an, dan mengajarkan apa yg telah kita pelajari juga tidak harus terikat dg waktu. Terserah pada masing2 pribadi bagaimana merencanakan hidup. Tapi intinya sama, seberapa produktif dan bermanfaatkah kita selama hidup.
*Ini hanyalah tulisan dan pendapat sederhana yg jelas mungkin ada salah.