catatan2 kecil

-nya dedi

Sedikit Sekali Orang Membaca

June 22
oleh dedi kecil - 22 June 2010 15:40

Sewaktu duduk2 nunggu ibu cek kesehatan di puskesmas, ada hal yg membuat gimana gitu. Dari seluruh orang yg nunggu kira2 20 orang, entah nunggu antrian, entah nunggu mengantar, hanya 1 orang yg membaca. Dan itu adalah aku sendiri. Memang aku sengaja membawa buku di setiap ada kesempatan keluar rumah. Jaga2 jika ada waktu kosong, biar tetap produktif.

Pemandangan yg kurang begitu bagus menurutku di situ. Orang lebih banyak menghabiskan waktu menunggu dg hanya duduk2, melamun, entah memikirkan apa. Masih lebih baik jika ada yg ngobrol2 sama orang2 di sebelahnya, saling berkenalan, dan mungkin bisa saling tukar info. Atau membaca koran lah setidak2nya.

Sayang sekali jika waktu luang hanya diisi dg melamun ga jelas. Rasanya, ingin sekali aku meminta waktu mereka yg 20 orang tadi. Kalo 1 orang membuang 1 jam percuma, maka aku bisa mendapat 20 jam ekstra. Mereka tidak perlu membuang waktu dan tidak bosan menunggu, dan aku pun mendapat waktu yg aku inginkan. Hehehe... itu seandainya bisa.

Yah, bisa dimaklumi, memang budaya membaca di masyarakat masih sangat kurang. Mungkin pada tahun2 mendatang hal ini bisa berubah dg membiasakan anak2 membaca, dan membiasakan mereka merasakan manfaat yg besar dari membaca.

kategori: Opini

Kapan Kita Sukses? Mau Kunci Sukses?

May 07
oleh dedi kecil - 7 May 2010 18:22

Ada satu pertanyaan sederhana... 'Kamu ingin jadi apa nanti?', dan satu jawaban sederhana... 'Ingin jadi orang sukses.' Terus, jika ditanya kelanjutannya, 'Ingin sukses seperti apa? Di bidang apa?' Nah, pertanyaan lanjutan ini yg setiap orang bisa berbeda banget. Beberapa jawabannya bisa jadi... 'Sukses dalam berbisnis, alias jadi orang kaya, kaya duit, bkn kaya monyet'. Atau yg lain, 'Sukses jadi orang terkenal', 'Sukses jadi penulis hebat digemari banyak ibu2 pkk', atau 'Sukses dg punya perusahaan', atau 'Sukses jadi dokter', atau 'Sukses memiliki keluarga yg sakinah mawadah warahmah', atau 'Sukses memiliki istri yg good looking dan baik hati, suka menabung, taat suami, penyayang, juga perhatian sama keluarga', atau sukses2 lainnya. Ya ya ya.. banyak sekali definisi sukses menurut orang2. Subjektif sekali.

Okey, mari disatukan semuanya, dan lihat apakah kesamaan2 sukses2 di atas? Kesamaannya adl adanya suatu peningkatan, atau penambahan, atau perubahan menjadi lebih baik. Sukses jadi orang kaya berarti harta bertambah. Sukses berkeluarga berarti istri bertambah dari 0 jadi 1, dari 1 jadi.. eh ga deh, banyak yg sensitif :) Sukses dalam perusahaan berarti penambahan income atau gaji. Sukses dalam karir bisa berarti tambahnya kemampuan. Sukses menjadi mahasiswa berarti bertambahnya ilmu. Jadi, sukses selalu diiringi dengan adanya peningkatan.

Nah, peningkatan apakah itu semua? Harta, kemampuan, skill, pendapatan, ilmu, dll? Apakah itu semua sebenarnya? Satu kata, itu semua adl value atau nilai. Sukses adalah peningkatan nilai. Jadi, jika ingin sukses maka kita harus meningkatkan 'nilai' diri kita. Dari tidak bisa menjadi bisa sedikit. Dari bisa sedikit menjadi lebih bisa, dan seterusnya.

Kapankah kita sukses? Nanti? Berapa tahun lagi? Sukses haruslah dari sekarang dong! Tiap hari! Tiap hari harus ada peningkatan meskipun kecil, adanya penambahan value dalam diri kita. Misal, bisa menulis 1 huruf alfabet pada hari ini berarti sukses pertama, besok jadi 2 huruf, berarti sukses lagi, sampai 26 hari, jadinya bisa nulis A sampai Z. Tentunya kesuksesan bisa nulis A sampai Z dimulai dari kesuksesan menulis A. Ya, kesuksesan besar di masa depan diawali dg kesuksesan2 kecil yg berhubungan di masa sebelumnya. Itulah kunci sukses, menurut saya.. :)

Jadi, tunggu apa lagi? Ayo sukses tiap hari, dan songsong kesuksesan besar nanti! Salam sukses! :)

kategori: Opini

Separuh Kehidupan

May 05
oleh dedi kecil - 5 May 2010 23:08

Beberapa hari yg lalu, tepatnya 1 Mei 2010, umur sudah genap menjadi 26 tahun. Tidak terasa ternyata sudah seperempat abad lebih 1 tahun.

Teringat2 tahun lalu, pas umur 25. Umur 25 adalah umur yg cukup tua menurutku. Kenapa? Umur 20 saja, kalau dipikir2 sudah lumayan banyak. Katakanlah, jika kita ambil rata2 umur max manusia jaman sekarang, yaitu sekitar 60 thn. Jadi, umur 20 berarti sudah melewati 1/3 kehidupan. Itu jika memang umur 60. Kalau andaikan umur dapatnya 50? Berarti ketika umur 25, sudah menghabiskan 1/2 dari kehidupan. Setengah? Apa!? Setengah? Ya ya yaa...

Oke lah kita memang tidak tahu seberapa lama kita hidup. Tapi kita bisa buat permisalan. Misalkan saja umur kita max 50, karena setelah itu boleh dikatakan fisik sudah mulai melemah, dan produktivitas juga tidak sebagus umur2 sebelumnya. Fakta, kita sudah tahu jika umur manusia kebanyakan antara 50 dan 60. Apabila kita termasuk kebanyakan orang itu. Apakah tidak pernah terpikir sesuatu dg itu?

Jikalau kita nanti mendapat umur max 50, maka jika umur kita sekarang > 25, berarti sudah melewati 1/2 hidup. Pertanyaannya, apa yg akan kita lakukan separuh hidup berikutnya? Dan apakah separuh kehidupan yg lalu sudah menjadi kehidupan yg baik dan bermanfaat?

Jikalau kita nanti berumur 60, maka jika umur kita sekarang > 20, berarti sudah melewati 1/3 hidup. Apa yg akan kita lakukan sepertiga kehidupan berikutnya? Apa yang akan kita lakukan nanti pada sepertiga kehidupan terakhir? Dan apakah sepertiga kehidupan yang kemarin sudah benar2 bermanfaat tanpa sia2?

Ya... mau tidak mau, suka tidak suka, sadar tidak sadar, semua itu pasti akan kita lewati. Apakah kita akan melewati umur kebanyakan manusia, ataukah kita tidak sampai melewati umur kebanyakan manusia. Tidak ada yang tahu kecuali Dzat Pencipta Waktu.

Bolehlah membuat rencana. Anggap saja kita ditempatkan pada orang kebanyakan, umur dapat 60. Kita bisa membaginya menjadi 3 dalam 20 tahun-an. 20 tahun pertama bisa kita gunakan untuk belajar, tk sd smp sma kuliah. 20 tahun berikutnya untuk produktif dan menghasilkan, baik materi atau pun lainnya. 20 tahun terakhir bisa digunakan untuk istirahat dan berbagi ilmu kepada anak dan cucu tentang apa saja yang telah kita alami dua 20 tahun sebelumnya.

Memang, tidak harus seperti itu. Itu hanyalah sebuah rencana, atau lebih tepatnya 'fokus' pada periode tersebut. Karena belajar haruslah setiap saat sampai tua, produktif juga tidak harus pada usia 30an, dan mengajarkan apa yg telah kita pelajari juga tidak harus terikat dg waktu. Terserah pada masing2 pribadi bagaimana merencanakan hidup. Tapi intinya sama, seberapa produktif dan bermanfaatkah kita selama hidup.

*Ini hanyalah tulisan dan pendapat sederhana yg jelas mungkin ada salah.

kategori: Opini

Haruskah Hidup Teratur

June 17
oleh dedi kecil - 17 June 2009 18:59

Apakah pernah merasa sepertinya semua jadwal berantakan? Ancur. Meskipun tidak selalu, tapi sering? Padahal kita merasa sudah berusaha semaksimal mungkin?

Hmm… masalah kayak gini biasanya disebabkan oleh waktu. Yup, waktu yg tidak bisa kompromi. Bukan waktu sih yg jadi soal, tapi kitanya yg ga bisa kompromi sama waktu. Intinya, nggak teratur! Ga ada aturan dlm memakai waktu. Akhirnya, ketika kita melakukan kegiatan2, rasanya waktu terasa ga cukup, serasa kurang gitu.

Hal kayak gini bisa terjadi karena ketidakmampuan kita mengetahui berapa lama waktu yg dibutuhkan oleh aktivitas kita. Ditambah, tidak mampu memecah kegiatan menjadi beberapa waktu.

Cara yg enak buat ngatasi kayak ginian adl dg hidup teratur. Emg sih, kalo dipikir2 hidup teratur itu kyknya ga enak. Ga dinamis, mapan bgt, ga kreatip. Hmm… masalahnya bukan di sana om. Gara2 ketidakteraturan waktu yg kita gunakan, kita bisa kesulitan dlm memperhitungkan banyak hal.

Jadi, hidup teratur itu perlu kita pake agar kita bisa berkembang, tidak lagi tersibukkan oleh waktu. Kita bisa fokus ke hal2 yg penting. Misal kerja, hobi, komunitas, riset, dll. Kata orang, awalnya memang susah. Tapi kalo sudah terbiasa, semua jadi lancar.

Sebenernya ini berdasar pengalaman pribadi. Kalo waktu ga diatur, semua bakalan ga jadi2. Sulit memperkirakan kapan kerjaan selesai. Sulit konsentrasi ke hal yg sdg dikerjakan.
So, ganti waktu, ganti kerjaan, ganti yg dipikirkan.

tags: , ,
kategori: Opini

Fesbuker yg aneh

June 12
oleh dedi kecil - 12 June 2009 21:48

Yup, ada yg aneh dg para pengguna fesbuk. Hmm.. nggak semua sih. Ini berdasarkan fakta2 yg telah terjadi, terutama di wall. Begini.. begini…

Sering kan kita komentar di postingan wall-nya punya temen? Nah, kadang anehnya itu, ketika kita kasih komentar, dan tanya lebih lanjut, misal ‘Apa itu?’ atau ‘Siapa dia?’, eh… jawabnya kurang mengenakkan badan, ‘Mo tau aja’. Iiihh… aneh buanget. Pernah juga sih digitukan. Ya tinggal balek aja, ‘Loh… ngapain juga dipasang disitu? Bikin org pengen tau aja.’ Kalo ga pengen orang laen tau ya ga usah dipasang lah. Hehehe. Sebenernya tukang posting di wall bisa saja balek ngomong, ‘Suka2 gue dong'. Dan kita pun bisa balek jawab juga, ‘Suka2 gue dong tanya'. Halah, kalo kayak gini ga bakal selese2.

Setelah dipikir2, kenapa ada orang2 ‘aneh’ kayak gitu muncul di fesbuk, bisa jadi sebenernya mereka memang ingin posting apa yg sedang mereka rasakan. Ya, inginnya agar ada orang ‘tertentu’ yg mengomentari. Eh, malah org lain yg bukan ‘tertentu’ yg malah komentar. Hahahaha… bisa dimaklumi yg kyk gitu. Intinya ingin diperhatikan, tetapi yg memperhatikan bukan orang yang diinginkan. Hehe.

kategori: Opini

Sopirnya Akal, Bahan Bakarnya Perasaan

May 01
oleh dedi kecil - 1 May 2009 01:48

Setiap perbuatan pastilah ada alasannya.
Setiap perbuatan sebaiknya memiliki pertimbangan.
Setiap perbuatan sangatlah layak mendapatkan tujuan.
Berguna atau tidak suatu perbuatan bisa jadi sangatlah subjektif.

Begitu pula kenapa tulisan ini dibuat.
Begitu pula kenapa blog ini dipublish.
Begitu pula kenapa tulisan ini nyangkut dalam blog ini.

Digerakkan oleh perasaan, dan tetap sadar karena ditancepin akal, itulah yang membedakan manusia dengan robot. Juga yang membedakan manusia dengan sedotan wc (jelas lah!). Hati merupakan kekuatan, sekaligus kelemahan. Menjadi kekuatan ketika manusia bisa menggunakannya. Menjadi kelemahan ketika manusia gagal memahaminya.

Apa yang tertulis bisa jadi sampah bagi seseorang, bisa juga menjadi perhiasan bagi orang lainnya. Tulisan jelas ada tujuannya. Knowledge sharing, bagi2 pengetahuan. Pengetahuan dari proses belajar, baik dari dalam diri, mahluk lain, atau alam. Alangkah asik ketika semua manusia mau bagi2 pengetahuan. Begitulah dunia terbentuk dan mampu berkembang.

Bukanlah suatu kebetulan dan bukan pula suatu ketidaksengajaan blog ini ada. Pemilihan judul, tulisan, template, warna, hari, tanggal, bulan, tahun, jam, menit, dan detik, jelas ada alasannya. Alasannya adalah... biarlah misteri tetap menjadi misteri. Wekekekekeke :). Happy reading! And happy learning!

tags: ,
kategori: Opini

Komentar Terakhir

Comment RSS