catatan2 kecil

-nya dedi

Mengenal Semangat

July 20
oleh dedi kecil - 20 July 2010 14:45

Apa sih yg kita rasakan ketika semangat? Apalagi pas semangat pol2an. Hmm... kira2 rasanya seperti terbakar, berapi2, atau meledak2. Seperti cacing yg kepanasan, gerah, dan ga bisa diam :D Ya.. itulah yg dinamakan energi untuk melakukan sesuatu. Jadi, boleh dikatakan semangat itu adl energi, energi sbg bahan bakar dlm beraktivitas, yg sifatnya non fisik dan berbeda dg energi fisik.

Energi fisik adl energi yg kita dapat dari nutrisi makanan dan minuman. Banyaknya energi fisik dlm tubuh akan berkurang ketika digunakan untuk beraktivitas. Sebenarnya tidak berkurang, tetapi hanya berubah menjadi gerak. Dan jika energi sudah menipis kita akan merasa capek, lelah, letih, lesu, loyo, dan letoy. Untuk mengembalikannya dibutuhkan tambahan energi dari nutrisi2 tertentu. Tentunya juga butuh istirahat karena badan yg tegang setelah melakukan konversi energi.

Ada akibat, pasti ada sebabnya. Itulah hukum alam yg berlaku juga untuk semangat. Semangat naik dan turun pasti ada penyebabnya. Sebagai sebuah energi non fisik, ada kalanya bertambah ada kalanya pula berkurang. Itu wajar, karena terus digunakan dan dikonversi menjadi aktivitas.

Malas, enggan beraktivitas, merupakan salah satu tanda tanda menurunnya energi dlm tubuh. Bisa jadi energi itu energi fisik, bisa jadi energi non fisik. Nah, kitanya yg harus pandai2 mengetahui apa sedang kekurangan energi fisik, atau sedang kurang energi non fisik. Gampang saja, kalo kurang energi fisik berarti tinggal dikasih makan dan minum yg banyak jadi segar lagi. Tapi kalo sudah makan minum tetep aja rasanya ga jelas, itu berarti energi non fisik yg berkurang, alias semangat menurun, dan butuh 'memakan' sumber energi semangat :)

Jika energi fisik membutuhkan nutrisi bersifat fisik, maka energi non fisik atau semangat membutuhkan nutrisi yg bersifat non fisik pula. Sumber energi atau nutrisi itu datang dari luar, tidak dari dalam. Tapi yg perlu diperhatikan sumber energi tidak akan menjadi energi jika tidak diolah. Makanan dan minuman jika tdk dimakan dan dicerna, hanya menjadi makanan. Begitu pula sumber energi semangat, jika tidak dicerna tidak akan menjadi apa2. Kalo energi tubuh dicerna oleh mulut, lambung, dll, maka semangat diolah oleh otak atau pikiran.

Hal2 apa yg mempengaruhi semangat? Dan 'nutrisi2' apa saja yg bisa kita 'makan' agar energi semangat bisa terus ada dlm tubuh kita? Lanjut di tulisan berikutnya, biar ga panjang2 :)

Produktivitas Berlebihan

July 10
oleh dedi kecil - 10 July 2010 07:54

Loh, emang apa ada produktivitas berlebihan? Ada lah, tergantung definisinya sih. Berikut ini lebih jelasnya. Baca terus maaang...

Aku termasuk orang yg tidak suka ngelamun ga jelas, berdiam diri tanpa aktivitas, bengong menunggu, dan hal2 lain yg terasa ga produktif. Berangkat dari situ, setiap kali ada kesempatan yg terlihat ga produktif, maka aku segera mencari aktivitas apa pun agar tetep produktif.

Misalkan, pas lagi nunggu orang atau nunggu kuliah, selalu berusaha menyibukkan diri dg hal2 yg bermanfaat, misal baca buku, ndesain project2 yg sedang berjalan. Bahkan misalnya pas jalan2 atau di warung nunggu antrian dan ga bawa apa2, hanya baju, celana dan duit buat bayar, hal yg biasa aku lakukan adalah berfikir. Entah rencana ke depan, ato kerjaan, ato apa lah yg lain.

Ada kalanya hal seperti itu bagus, tapi ada kalanya juga berakibat sangat fatal. Kenapa? Karena terkadang kita tidak tahu kapan otak kita jenuh, tapi kita berusaha terus memperkerjakannya. Misal, di mana pun dan kapan pun ada waktu senggang, kita mikirin kerjaan. Terus seperti itu. Betul sih, project bisa jadi lebih yahut. Tapi, bisa2 efek akhirnya, otak menjadi stressss... obatnya iman dan taqwa. Kata bang haji gitu :D

Itulah produktifitas berlebihan menurutku. Meskipun kerja cuman 8 jam per hari, tapi pas tidak bekerja tetap mikirkan kerja, jadinya kerja pun bisa dikatakan 24 jam per hari dikurangi tidur. Mantaabbb.. :D Efek yg lain adalah ga bisa tambah2 berat badannya >< Hadeeehh...

Ketidakmampuan mengenali kondisi otak bisa menyebabkan stress berkepanjangan. Jadi, solusinya adalah mengetahui kapan kita harus bisa memanfaatkan otak semaksimal mungkin, dan kapan harus mengistirahatkan otak. Otak pun perlu istirahat layaknya fisik yg lain. Dan kita tahu kalo 'aha moment' ato momen keluarnya ide2 cerdas itu pas otak lagi rileks, santai, dan lagi istirahat, tidak bekerja keras.

kategori: Kerja

Disiplin vs Malas

July 09
oleh dedi kecil - 9 July 2010 21:52

Seringkali denger kata2 kalo kita harus disiplin, tidak boleh bermalas2an, atau menunda2 waktu. Tapi, apakah benar untuk mengatasi rasa malas harus dg disiplin? Terutama disiplin waktu. Apa benar kayak gitu?

Menurutku sih, kurang tepat jika disiplin digunakan untuk mengatasi kemalasan. Terasa kurang alami gitu. Kenapa? Coba kita pikir, apakah malas itu kebalikan dari disiplin? Yg tepat malas adalah kebalikan dari semangat. Atau dg kata lain, malas adalah ketika tidak adanya semangat.

Malas bukan karena tidak disiplin. Karena, disiplin hanyalah sebuah state atau kondisi dimana semua pekerjaan dilakukan dg tepat, baik waktu atau pun yg lain. Sedangkan malas lebih cenderung ke aktivitas/perbuatan, begitu juga semangat.

Banyak sebenernya penyebab malas, tapi satu hal yg aku ketahui bahwa ketika semangat, tidak ada lagi rasa malas, dan akan selalu disiplin. Ga mungkin lah orang yg semangat menunda2 waktu. Orang yg semangat akan senantiasa melakukan hal2 sesegera mungkin.

Nah, pertanyaan selanjutnya, bagaimana agar tetap semangat? Tubikontinyu... :)

Kerja Keras atau Kerja Cerdas atau Kerja Ikhlas?

July 02
oleh dedi kecil - 2 July 2010 12:49

Ada orang bilang kerja cerdas lebih baik dari sekedar kerja keras. Ada juga bilang kerja ikhlas lebih baik dari kerja cerdas. Alasannya beginding...

Banyak orang yg kerja bertaun2 memeras keringat tapi teteeeep saja, ga kaya2, penghasilan tetep pas2an. Padahal kerjanya full dari pagi sampe sore, dan full semangat tiap hari. Kok bisa? Ada yg menjawab, karena kerja seperti itu hanya kerja keras, seperti mesin atau robot. Tiap hari melakukan rutinitas yg monoton. Yg diperlukan bukan sekedar kerja keras tapi harus kerja cerdas juga, bisa berfikir dan berkembang.

Tidak sedikit juga orang yg mengaku sudah bekerja cerdas tapi tetep saja tidak berhasil2. Ada yg bilang, itu karena ga ikhlas. Harus kerja ikhlas juga. Loh? kalo kerja ikhlas ga dapet duit? Ga gitu dong.

Seolah2 antara kerja keras dan kerja cerdas itu bertentangan. Dan seolah2 kerja ikhlas itu tidak diperlukan karena bisa jadi ga ada hasil materinya. Apakah benar begitu?

Menurutku sih, ketiga macem kerja tadi tidak boleh dibenturkan. Kerja keras itu bersifat fisik, semua orang pasti memerlukan fisik untuk bekerja. Bukan hanya kuli yg bekerja fisik, tapi pimpinan perusahaan pun juga tetep butuh kekuatan fisik, misalnya lari kesana kemari meeting, lembur, dll. Itu namanya kerja keras.

Nah, kalo kerja cerdas diperlukan agar kerja keras tidak monoton, lebih efektif, lebih efisien, kerjaan cepet selese. Jadi, dg kerja cerdas, produktivitas bisa ditingkatkan. Tapi jgn sampe kerja cerdas saja ato istilahnya mikir aja. Secerdas apa pun orang tidak akan jadi apa2 tanpa kerja keras. Sebagus apa pun ide hanya akan menjadi ide jika tidak dijalankan.

Trus kalo kerja ikhlas? Kerja ikhlas di sini bukan seperti ikhlas tanpa mengharapkan imbalan materi seperti misal sodaqoh. Kalo yg seperti itu emang harus ikhlas lillahi ta'ala. Maksudnya ikhlas di sini adalah tulus menjalankan pekerjaan karena Allah. Jadi, apa pun yg dilakukan ketika bekerja harus sesuai dg apa yg dikehendaki Allah. Misal, kerja ga boleh bohong ato curang. Itu namanya kerja Ikhlas.

Kerja keras saja tanpa kerja cerdas jadinya pincang. Begitu juga sebaliknya. Ditambah lagi kerja keras dan cerdas tapi ga ikhlas ato ga bener, jadinya rusak. Jadi, ga ada lagi pemisahan antara kerja keras ato kerja cerdas ato kerja ikhlas. Selamat bekerja :)

kategori: Kerja

Stress Bisa Juga Menyerang Workaholic

July 01
oleh dedi kecil - 1 July 2010 22:11

Beberapa hari yang lalu, aku menemukan beberapa hal yg menyebabkan stress. Yaa.. aku akui, pada dasarnya aku termasuk workaholic, alias orang yang suka bekerja. Sebenernya yang terasa sih bukan bekerja, tapi seperti bermain, kayak anak2 gitu.

Tidak selalu orang yang workaholic terjauh dari stress. Stress itu bukan pusing, bukan pula pegal2. Stress adalah adanya perasaan tertekan atau under pressure. Tekanan bisa datang dari mana pun, dari atasan, klien, keluarga, bahkan diri sendiri. Jadi lebih cenderung ke arah psikis atau kejiwaan. Dan hasilnya adalah kerjaan ga lancar, malas kerja, bosan, jenuh, tidak bergairah bekerja.

Ada beberapa hal yang menyebabkan stress bisa datang dari diri sendiri. Antara lain:

1. Tidak bisa membagi pikiran. Di mana pun dan kapan pun, meski pun tidak sedang bekerja, otak tetep mikirkan kerjaan. Boleh lah fisik sedang santai nonton tivi atau tidur2an, tapi kepala tetep di kerjaan. Ini berbahaya banget. Solusinya... relax dan STOP ketika ada pikiran tentang kerjaan tiba2 berseliweran di kepala. Atau lakukan aktivitas yang melelahkan fisik tapi menyenangkan misal sepak bola, badminton, ato basket.

2. Merasa dikejar2 waktu. Merasa punya waktu cuman sedikit. Akhirnya setiap kerjaan dilakukan dg sprint. Dan hasilnya... energi habis, dan tepar. Selalu tertekan oleh perasaan kekurangan waktu, meskipun waktu masih panjang. Solusinya... jangan pikirkan waktu, biarlah waktu berjalan. Kalo perlu, jangan lihat jam, matikan jam di komputer, atau hape sekalian. Hohohoo.. ekstreem. Tapi lumayan berhasil. Dan akhirnya, fokuslah pada kerjaan, bukan waktu.

3. Lain2, bisa ditemukan sendiri nanti :D

Dan terakhir, berdoa. Karena banyak hal di luar yang bisa mempengaruhi produktivitas kerja seseorang. Semoga bermanfaat :)

 

Sedikit Sekali Orang Membaca

June 22
oleh dedi kecil - 22 June 2010 15:40

Sewaktu duduk2 nunggu ibu cek kesehatan di puskesmas, ada hal yg membuat gimana gitu. Dari seluruh orang yg nunggu kira2 20 orang, entah nunggu antrian, entah nunggu mengantar, hanya 1 orang yg membaca. Dan itu adalah aku sendiri. Memang aku sengaja membawa buku di setiap ada kesempatan keluar rumah. Jaga2 jika ada waktu kosong, biar tetap produktif.

Pemandangan yg kurang begitu bagus menurutku di situ. Orang lebih banyak menghabiskan waktu menunggu dg hanya duduk2, melamun, entah memikirkan apa. Masih lebih baik jika ada yg ngobrol2 sama orang2 di sebelahnya, saling berkenalan, dan mungkin bisa saling tukar info. Atau membaca koran lah setidak2nya.

Sayang sekali jika waktu luang hanya diisi dg melamun ga jelas. Rasanya, ingin sekali aku meminta waktu mereka yg 20 orang tadi. Kalo 1 orang membuang 1 jam percuma, maka aku bisa mendapat 20 jam ekstra. Mereka tidak perlu membuang waktu dan tidak bosan menunggu, dan aku pun mendapat waktu yg aku inginkan. Hehehe... itu seandainya bisa.

Yah, bisa dimaklumi, memang budaya membaca di masyarakat masih sangat kurang. Mungkin pada tahun2 mendatang hal ini bisa berubah dg membiasakan anak2 membaca, dan membiasakan mereka merasakan manfaat yg besar dari membaca.

kategori: Opini

Ketidaknyamanan Adalah Pertanda

June 22
oleh dedi kecil - 22 June 2010 12:03

Pertanda? Pertanda apa? Ketidaknyamanan adl pertanda bahwa ada proses yg sedang dijalani. Entah apakah itu proses perbaikan, atau bisa pula proses menuju keburukan.

Proses menuju perbaikan misalnya ketidaknyamanan ketika olah raga, badan terasa pegal, linu, dan capek. Atau ketika sakit, rasanya tidak nyaman sekali, menandakan bisa jadi nanti akan datang sebuah keburukan.

Terkadang, orang menjadi malas krn merasakan ketidaknyamanan ini. Misal olahraga, malas krn bikin capek. Tetapi yg harus disadari, bahwa apa pun ketidaknyamanan itu kita harus tetap waspada. Jika ketidaknyamanan itu bisa mendatangkan keburukan, kita harus segera meninggalkan. Jika ketidaknyamanan itu ternyata adl proses wajar utk mjd lbh baik, maka harus terus dijalani.

Contoh lain adl org yg sdg berusaha dlm bisnis-nya, awal2 pasti akan merasakan ketidaknyamanan. Finansial pas2an, pengeluaran harus hemat, dll. Tetapi, itu semua memang harus dijalani.

Tetaplah berada dlm ketidaknyamanan ketika itu adl proses perbaikan :) Atau berusahalah merubah mindset agar yg tidak nyaman mjd sesuatu yg nyaman dan menyenangkan.

tags: ,
kategori: Motivasi

Males Mandi, Males Olah Raga, Males Lain2

June 20
oleh dedi kecil - 20 June 2010 20:17

Males... sebuah penyakit yg tidak pandang bulu, bulu hidung atau pun bulu kaki. Tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi. Boleh dikatakan curhat :D Halaah..

Dulu seringkali, dan beberapa waktu yg lalu, rasanyaaa... maleees bangeeettt mandi, maleesss bangettt... olah raga, dan males2 lainnya. Cuman satu hal yg masih bisa disyukuri, aku sadar bahwa aku malas. Ya, sodarrra2.. kesadaran itu penting >< Kalo males2 sih udah dari dulu ada. Tapi baru menemukan solusi yg pas beberapa hari yg lalu. Bagaimanakah caranya? Begini begini...

Pertama, hard way. Pas sadar kalo malas, langsung aja bangkit trus tinggalkan rasa malas seketika, dan kerjakan apa yg harus dikerjakan. Awal2nya cara ini cukup efektif. Di belakang, hmm... tergantung orangnya.

Kedua, why way. Pas sadar kalo malas lagi mengerubuti, ingat2 dulu mengapa kita harus mengerjakan hal itu. Mengapa kita harus mandi, mengapa harus olah raga, dll. Cara yg cukup efektif utk menambah kesadaran.

Ketiga, result way. Pas sadar kalo malas lagi menggerayangi, bayangkan hasil yg akan kita dapat setelah melakukan aktivitas. Misal, kalo mandi, hasilnya kita jadi seger dan bersih. Kalo olah raga, akhirnya kita jadi sehat dan burger. Kalo bersih2 kamar, kamar jadi indah kinclong dan bersemi sepanjang malam. Ini bisa jadi cara yg cukup efektif juga.

Keempat, love way. Cara terakhir, pas sadar kalo malas sudah menggerogoti, bayangkan kita sedang melakukan aktivitas yg harus kita lakukan, dan... rasakan.. rasakaan... rasakaan... hal apa yg kita sukai sewaktu melakukan aktivitas ybs. Bisa jadi agak lebay sih, tapi biar lah anjing menggonggong, kucing pun tetap mengeong.  Misal, kalo malas mandi, ingat2 bagaimana segernya guyuran air dari gayung ato shower. Ato pas olah raga lari2, gimana rasanya badan bertenaga dan bisa melesat dg cepat. Ato pas bersih2, gimana rasanya bisa menghancurkan kekotoran2 yg sudah menjadi fosil. Itulah love way. Hehe.. :D

Tidak harus memilih salah satu, maximal empat kan buat cowok? Loh? :D Maksutnya, keempat cara itu bisa digunakan semua. Kadang cara pertama berhasil utk kasus tertentu, kadang cara kedua, kadang ketiga. Ga tentu. Kalo aku sih lebih cenderung ke cara keempat yg paling sering dipake, karena lebih terasa menikmati dan mencintai aktivitas yg dilakukan, dan aktivitas menjadi hidup :D Mak nyuzz... Mak bongki... Mak donald...

tags: ,
kategori: Motivasi

Game 3D Stereoscopy. Kereen...

June 17
oleh dedi kecil - 17 June 2010 11:41

Nyambung tulisan sebelumnya lagi. Kalo sebelumnya ada gambar, trus filem stereoscopy, maka ada juga game stereoscopy. Satu kata yang bisa aku katakan sewaktu maen2 game2 3D dikasih efek stereoscopy.. KEREEENN!!! Bedanya game2 3D jadi serasa nyata, terasa banget kedalamannya, ga seperti ketika maen game 3D biasanya.

Bagaimana caranya? Gampang saja, butuh minimal Windows Vista ato Windows 7, trus graphic card-nya harus NVIDIA. Abis itu install driver terbaru buat graphic card-nya, serta driver NVIDIA 3D Vision. Hampir semua jenis graphic card disupport. Dan yang pastinya kacamata 3D! :D

Sebenernya ada 2 jenis kacamata yg bisa digunakan untuk maen game 3D yg kayak gini. Pertama, kacamata NVIDIA 3D Vision, harganya mahal, dan butuh monitor yg punya frekuensi 120Hz. Nah ada cara kedua yg jauh lebih mudah, pake kacamata 3D anaglyph yg merah biru itu. Itu semua perlengkapan yg dibutuhkan. Setelah driver 3D Vision terinstal, akan muncul wizard buat setting kacamata apa yg akan digunakan.

Untuk game2nya sendiri, bisa semua jenis game 3D, dari game 3D jadul sampe game 3D yg baru2. Yang paling terasa 3D-nya itu kalo game-nya yg seperti petualangan dan tembak2an. Pengalaman sendiri, Street Fighter IV terlihat lebih 'dalam' dan 'nyata'. Typing of the Dead juga terlihat lebih berasa :D Meskipun harus dibayar dg penurunan sekitar 5-10 fps. Tapi gapapa lah. Yg penting mak nyuzzz... :D Selamat mencoba.

 

Filem 3D Stereoscopy

June 16
oleh dedi kecil - 16 June 2010 10:25

Okeh, melanjutkan posting sebelumnya, meskipun dah agak lama sih, tapi gapapa lah. Filem 3D alias tiga dimensi? Kayaknya dah biasa deh. Tapi yg dimaksud bukan filem 3D sepert Shrek, Finding Nemo, Barbie, Ipin Upin, ato Saladin. Filem 3D yg dimaksut adalah filem 3D stereoscopy. Sebenernya konsepnya sama seperti gambar 3D stereoscopy, cuman bedanya kalo filem jelaslah kumpulan gambar yg bergerak.

Bedanya dg filem biasa apaan? Ya beda lah. Bedanya, filem 3D stereoscopy ga harus animasi 3D, tapi film orang juga bisa. Bedanya ada di 'penampakannya' yang lebih nyata daripada filem biasa :D Seolah2 seperti melihat langsung dari balik jendela. Biasanya ada bioskop 3D di tempat wisata. Nah kira2 kayak gitu.

Agar bisa menikmati filem 3D stereoscopy maka dibutuhkan kacamata khusus. Ada macem2 sih kacamatanya, ya setidaknya pake kacamata anaglyph. Dan juga membutuhkan player khusus. Untuk player bisa coba pake NVIDIA 3D Vision Video Player. Cuman kalo pake player itu, vga-nya harus nvidia, trus minimal Windows Vista ato Windows 7. Kalo ga ada, bisa pake Stereoscopic Player. Cuman, yang itu shareware, jadinya harus register dulu ato cari krek2an :D

Kalo contoh filem2nya bisa download beberapa dari websitenya nvidia, atau bisa juga dari www.3dtv.at. Ato bisa cari filem2 produksi IMAX yg 3D pake torrent :D Ada beberapa yg udah dapet, kalo mau ngopi, monggo :D

O iya, akhir2 ini banyak juga produsen barang2 teknologi mulai mengeluarkan produk yg mampu mengolah konten 3D, ada tivi dan henpon. Konten 3D bisa bermacam2, dari filem biasa sampai untuk misi penjelajahan luar angkasa. Dan jepang, katanya malah mau menggalakkan bokep 3D. Edan! >< Tentunya masih butuh kacamata agar bisa menikmati semua konten 3D.

Selamat datang di dunia 3D. Selamat mencoba :)

kategori: Teknologi

Komentar Terakhir

Comment RSS